Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Brigade 49, pasukan elite Inggris kocar-kacir di Surabaya

tutusberita :
Brigade 49 dari Divisi V bisa dibilang pasukan kebanggaan Inggris. Mereka dijuluki "Fighting Cock". Tapi dalam pertempuran berdarah di Surabaya pada November 1945, nyaris kalah dari arek-arek Suroboyo.

Saat pasukan Inggris datang ke Indonesia, sudah ada dua jendral tewas dan dimakamkan di Jakarta. Dua jenderal itu adalah Brigjen Robert Guy Loder Symonds dan Mallaby yang kini makannya berada di Commonwealth War Cemetary, Menteng Pulo, Jakarta Pusat.

Sebelum bergerak ke Surabaya, sepak terjang pasukan ini dikenal menakutkan. Pasukan elite ini berhasil merebut satu per satu wilayah Burma pada 1944, dengan sistem gerilya hutan. Tapi di Surabaya, pasukan kebanggaan inggris mendapat perlawanan berbeda.

Arek-arek Suroboyo yang nekat masuk ke pos-pos Inggris berhasil meledakkan granat. Mungkin inilah yang menjadi ketakutan Brigade 49 untuk 'menduduki' Surabaya. Dalam kondisi rusak mental inilah, pasukan Brigade 49 mulai teriak-teriak ke markas mereka di Jakarta bahwa mereka sudah terdesak.

Brigade 49 dikenal rapi menyimpan isu kekalahan Inggris atas Indonesia. Berita kekalahan ini tidak popular. Bahkan pemimpin di Jakarta juga tidak begitu mengetahui perkembangan perang di Surabaya. Kala itu para pimpinan di Jakarta meremehkan perlawanan orang Surabaya, dan beranggapan bahwa perang akan dimenangkan oleh Inggris.

Panglima Admiral Heifrich akhirnya menemui Presiden Soekarno. Heifrich mengakui sendiri dalam buku biografinya, keputusan untuk menghentikan perang satu-satunya hanya pada Presiden Soekarno.

Apa yang dilakukan Heifrich kali ini diperhatikan sangat aneh untuk watak Inggris yang amat ksatria. Karena saat ultimatum, Inggris sempat menganggap Pemerintahan Republik Indonesia tidak ada, lantas setelah pasukan Brigade 49 sudah kalah dan terjepit ia minta tolong pada Soekarno.

Di sini kesalahan Soekarno paling fatal. Dia masih termakan bujuk rayuan bahwa sekutu adalah pihak yang menang perang dan merupakan alat yang baik untuk berdiplomasi dengan Belanda. Soekarno sebenarnya tidak paham mengenai kekuatan bangsanya sendiri. Dia tidak langsung melihat pertempuran, jalan diplomatiknya yang dipilih merupakan blunder besar dalam perang Kemerdekaan 1945 sampai 1949.

Pelajaran dari sejarah ini adalah ketika kita sudah pada situasi perang, janganlah kita hentikan dengan diplomasi, janganlah kita memberikan tempat pada lawan.


sumber : merdeka.com

Kisah-Kisah Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya (Menyambut Hari Pahlawan)

tutusberita :  Bung Tomo, Radio Pemberontakan, dan Teriakan `Allahu Akbar`


Bung Tomo berdusta. Kepada para pemimpin lokal di Surabaya, ia mengklaim mendapat izin untuk mendirikan radio dari Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin. Pada kenyataannya, saat bertemu Amir di Jakarta, izin itu tak diberikan.

Pria bernama asli Sutomo tersebut melakukannya lantaran kecewa berat. Di Jakarta, pasukan Sekutu datang pada 30 September 1945. Para serdadu Belanda ikut rombongan.

Hal yang membuatnya gundah: bendera Belanda berkibar di mana-mana. Saat itu, Bung Tomo masih berstatus wartawan kantor berita ANTARA. Ia juga kepala bagian penerangan Pemuda Republik Indonesia (PRI), organisasi terpenting dan terbesar di Surabaya saat itu.

Sebelumnya, pada 19 Desember, sebuah insiden terjadi di Hotel Yamato atau Hotel Oranye, Surabaya. Sekelompok orang Belanda memasang bendera mereka. Rakyat marah. Seorang Belanda tewas dan bendera merah-putih-biru itu diturunkan. Bagian biru dibuang, tinggal merah-putih, yang langsung dikerek naik.

Sementara, di Jakarta, Bung Karno meminta para pemuda untuk menahan diri, tak memulai konfrontasi bersenjata.

Lalu, Bung Tomo kembali ke Surabaya. "Kita (di Surabaya) telah memperoleh kemerdekaan, sementara di ibukota rakyat Indonesia terpaksa hidup dalam ketakutan," katanya seperti dicatat sejarawan William H. Frederick dari Universitas Ohio, AS.

Ia mundur dari PRI karena menganggap organisasi yang dipimpin Soemarsono ini terlampau 'lembek.' Badan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) didirikannya. Bung Tomo juga mundur dari ANTARA.

Di masa itu, mengundurkan diri bukan perkara sepele. Bung Tomo sempat mau 'dihabisi' rekan-rekannya di PRI karena dianggap memecah-belah rakyat.



Kemudian, sebuah radio akhirnya benar-benar didirikan Bung Tomo untuk terus memelihara semangat perlawanan. Radio tersebut diberi nama 'Radio Pemberontakan' dan mulai mengudara pada 16 Oktober 1945. Di hari-hari pertama, pemancarnya masih meminjam milik RRI Surabaya.

Penyiar utamanya, ya, Bung Tomo. Dengan suara menggelegar dan intonasi memikat, pria kelahiran 3 Oktober 1920 itu secara rutin muncul untuk menyampaikan pidato. Sebelum dan sesudah pidato, ia selalu selalu meneriakkan "Allahu Akbar."

Menurut Frederick, berdasarkan penelitiannya untuk Ph.D, cara itu ditempuh demi memikat kalangan santri yang sangat dibutuhkan tapi banyak yang belum tergerak menceburkan diri dalam gerakan perlawanan menyambut kedatangan tentara Sekutu.

Jakarta sesungguhnya tak terlalu suka dengan langkah-langkah suami Sulistina ini. Dianggap terlalu 'menghasut' untuk perang, melupakan jalan diplomasi. Tapi, mereka tak bisa berbuat banyak.


K'tut Tantri Mengudara

Siaran juga dilakukan dalam bahasa Inggris. Orang yang melakukannya adalah perempuan Amerika Serikat kelahiran Skotlandia, Muriel Pearson, atau lebih dikenal sebagai K'tut Tantri.

Tantri siaran dua kali dalam semalam. "Tujuannya adalah memberikan penjelasan kepada mereka yang berbahasa Inggris di dunia mengenai kisah perjuangan bangsa Indonesia. Kisah dari sudut pandang rakyat Indonesia sendiri," tulis Tantri dalam otobiografinya, Revolt in Paradise.

Pada 25 Oktober 1945, pasukan Inggris yang mewakili Sekutu akhirnya tiba di Surabaya. Brigjen AWS Mallaby memimpin. Sehari sebelumnya, Bung Tomo berorasi di radio. Petikannya:

"Kita ekstremis dan rakyat sekarang tidak percaya lagi pada ucapan-ucapan manis. Kita tidak percaya setiap gerakan (yang mereka lakukan) selama kemerdekaan Republik tetap tidak diakui! Kita akan menembak, kita akan mengalirkan darah siapa pun yang merintangi jalan kita! Kalau kita tidak diberi Kemerdekaan sepenuhnya, kita akan menghancurkan gedung-gedung dan pabrik-pabrik imperialis dengan granat tangan dan dinamit yang kita miliki..."

"Ribuan rakyat yang kelaparan, telanjang, dan dihina oleh kolonialis, akan menjalankan revolusi ini. Kita kaum ekstremis, kita yang memberontak dengan penuh semangat revolusi, bersama dengan rakyat Indonesia, yang pernah ditindas oleh penjajahan, lebih senang melihat Indonesia banjir darah dan tenggelam ke dasar samudera daripada dijajah sekali lagi! Tuhan akan melindungi kita! Merdeka! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!"



Pertempuran akhirnya pecah pada 27 Oktober 1945 setelah pasukan Inggris membebaskan sejumlah intel Belanda yang ditangkap sebulan sebelumnya. Mereka lalu mengambil alih beberapa instalasi penting seperti kantor jawatan kereta api, kantor telepon dan telegraf, serta rumah sakit. Tapi, mereka kalah jumlah.

Kontak senjata sempat jeda setelah Bung Karno, Bung Hatta, dan Amir Sjarifuddin datang ke Surabaya. Trio ini datang atas permintaan Inggris yang terdesak. Namun, 3 hari kemudian, Mallaby tewas.

Ultimatum dijatuhkan: para pemimpin Surabaya harus menyerah paling lambat pukul 18.00 pada 9 November 1945. Semua rakyat yang memegang senjata juga harus melakukan hal serupa. Lalu, pembunuh Mallaby menyerahkan diri.

Jika tidak dipatuhi, pada 10 November mulai pukul 06.00, Inggris akan mulai menggempur. Permintaan itu tak dituruti. Pada 9 November, Bung Tomo lagi-lagi berpidato di radio. Nukilannya:

"Saudara-saudara rakyat Surabaya. Bersiaplah! Keadaan genting. Tetapi saya peringatkan sekali lagi. Jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu."

"Kita tunjukkan bahwa kita itu adalah orang yang benar-benar ingin merdeka. Dan untuk kita, Saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap. Merdeka atau mati! Dan kita yakin, Saudara-saudara, akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah, Saudara-saudara!

"Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!"


Sekutu Nyaris Bertekuk Lutut, Bung Karno `Menyelamatkan`




Sabtu, 27 Oktober 1945. Menjelang siang, sebuah pesawat militer menjatuhkan ribuan pamflet di atas Surabaya. Isi pamflet itu: Sekutu akan menegakkan keamanan dan ketertiban. Hanya tentara Sekutu yang boleh membawa senjata. Jika ada pihak lain yang membawa senjata, bakal ditembak.

Pamflet itu diteken Mayjen. D.C. Hawthorn, Panglima Sekutu untuk wilayah Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Pamflet serupa juga disebar di Jakarta, Bandung, dan Semarang. Tapi, ditanggapi dingin-dingin saja.

Di Surabaya, lain cerita. Mereka sangat Curiga, Belanda memanfaatkan kedatangan Sekutu untuk kembali menjajah dan menumbangkan Republik Indonesia yang masih bayi.

Seluruh senjata diminta diserahkan dalam tempo 48 jam. Namun, selepas magrib, pertempuran telah pecah di berbagai sudut kota.

Brigade ke-49 Inggris, yang mewakili Sekutu di Surabaya dan dipimpin Brigjen AWS Mallaby, berjumlah 6.000 orang. Mereka berhadapan dengan sekitar 30 ribu anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan puluhan ribu rakyat sipil bersenjata.

Selain unggul dalam jumlah personel, pihak Republik juga memiliki 12 tank dan beberapa meriam. Semua hasil rampasan dari Jepang. Pun, dukungan total dari seluruh rakyat tanpa mengenal usia.

Hal lain, pihak Republik sukses memutus pasokan listrik dan air bersih ke pasukan Sekutu. Mereka mati kutu. Di tengah-tengah situasi itu, Sekutu meminta bantuan pimpinan tertinggi Republik.



Pada 29 Oktober pagi, sebuah pesawat Angkatan Udara Inggris mendarat di lapangan udara Morokrembangan, Surabaya. Pesawat itu membawa Bung Karno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin, dan sejumlah perwira Inggris.

Untuk beberapa jam, trio pemimpin itu berada di markas tentara Inggris. Akhirnya disepakati gencatan senjata.

"Mereka memberikan kepadaku sebuah jip dan mulailah aku menenteramkan keadaan...Aku berkeliling ke seluruh penjuru di mana saja pahlawan-pahlawan muda kami berada..." kata Bung Karno dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat.

Dalam perjalanan, konvoi dihentikan. Soemarsono, ketua Pemuda Republik Indonesia (PRI), berdiri di tengah jalan. Ratusan anak buahnya mengepung dengan senjata di tangan. Bung Karno keluar dari mobil.

"Bung, kenapa pertempuran kita hentikan? Inggris sebentar lagi akan kita kalahkan," kata Soemarsono seperti dicatat Hersutejo dalam Soemarsono: Pemimpin Perlawanan Rakyat Surabaya 1945 yang Dilupakan.

Bung Karno bersikap tenang dan meminta Amir Sjarifuddin keluar. Soemarsono, yang merupakan kader Amir di Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), tak menyangka patronnya ikut dalam rombongan.

Amir berujar, "Hal ini sudah didiskusikan dengan kawan-kawan di Jakarta. We have to win the war, not the battle."

Meski kecewa, Soemarsono patuh. Ia mengantar rombongan ke RRI Surabaya. Melalui corong radio, Bung Karno menyerukan seluruh rakyat Surabaya untuk meletakkan senjata. Ditegaskan, Republik tak memusuhi Sekutu yang datang untuk melucuti militer Jepang yang baru takluk di Perang Dunia II.


Keesokan harinya, perundingan digelar. Sekutu diwakili Mallaby dan Hawthorn. Pamflet yang disebar 27 Oktober menjadi sumber perdebatan sengit. Akhirnya, Hawthorn menyatakan pamflet itu ditarik.

Setelah beberapa perjanjian disepakati, pada 30 Oktober siang, para pemimpin Republik kembali ke Jakarta. Tapi, suasana tenang hanya bertahan beberapa jam.

Pada malam harinya, sebuah insiden menewaskan Mallaby. Sekutu benar-benar marah. Inilah yang mengantarkan kedua pihak dalam pertempuran besar-besaran sejak 10 November dan beberapa hari setelahnya.


sumber : kaskus.co.id

Jumat, 20 September 2013

Istana Siak Indrapura, Udang Galah dan Durian.

tutusberita : Riau mempunyai banyak kekayaan alam dan budayanya, saat ini Riau dikenal sebagai Kepulauan Riau dan Riau Daratan. Kali ini kita akan berkeliling Siak Inderapura dan sekitarnya untuk berburu foto alam, budaya dan arsitektur Melayu.

Siak adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau yang dulunya merupakan pusat kesultanan Islam terbesar di Riau yaitu Siak Sri Indrapura. Warisan kebesarannya pun hingga kini masih nampak di berbagai sudut kota. Sejarahnya yang panjang telah meninggalkan warisan peradaban Melayu yang mengagumkan dan pantas dibanggakan Indonesia.


Istana Kesultanan Siak yg sampai saat ini masih berdiri dan terawat sangat baik.

Istana Siak Sri Indrapura

untuk menuju ke Siak membutuhkan waktu 3 sd 4 jam dari kota Pekanbaru, Kabupaten Siak Riau ini memiliki beberapa bangunan megah bersejarah, sekarang difungsikan sebagai perkantoran, rumah tinggal, penginapan, toko oleh penduduk Siak. yang terkenal yaitu Istana Siak Sri Indrapura saat ini istana ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk dirawat, ketika saya berkeliling didalamnya harus saya akui Musium Istana Siak ini sangat dirawat dengan baik dan didalamnya pun masih banyak barang peninggalan Sultan.Untuk dapat melihat Bangunan bangunan Melayu zaman/tempo dulu dijuluki juga sebagai ‘Istana Matahari Timur’, jarak tempuh dari sebelah timur Pekanbaru mencapai empat jam perjalanan melalui sungai hingga menuju Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Di Siak Riau terdapat Kesultanan Siak Sri Inderapura yang merupakan sebuah Kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia. Dalam perkembangannya, Kesultanan Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaya di tengah tekanan imperialisme Eropa. Jangkauan terjauh pengaruh kerajaan ini sampai ke Sambas di Kalimantan Barat, sekaligus mengendalikan jalur pelayaran antara Sumatera dan Kalimantan. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sultan Siak terakhir, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan Republik Indonesia.



Jembatan Siak yang sangat megah dan besar, salah satu Jembatan terbesar di Pulau Sumatera.

Jembatan Siak

Jembatan Istana Siak berada sekitar 100 meter disebelah Tenggara kompleks Istana Siak Sri Indrapura. jembatan ini merupakan ikon dari Kabupaten Siak, jembatan ini sangat megah dan bagus untuk difoto. Jembatan tersebut dibuat tahun 1899. Dibawah jembatan istana terdapat sungai (parit), diduga dulu sekaligus sebagai parit pertahanan kompleks istana.


Ikan Sungai yang masih banyak terdapat di Siak, dan menjadi kuliner khas Melayu disini.



Udang Galah di Siak ini asli maknyus tenan gan, Udang sebesar telapak tangan ini bisa dinikmati seharga 30 sd 50rb perekor.

SeaFood Udang Galah dan Durian Siak.
jika sudah sampai di Siak, sangat direkomendasikan untuk mencoba Kuliner Udang Galahnya yang tersohor. kita bisa banyak menemui Udang Galah ini di Restoran atau Warung Melayu, sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu karena yang memakan dan yang menjual tidak banyak. setelah mencoba Rasa udang Galah Siak ini memang sangat spesial, selain ukurannya yang sangat besar juga sangat fresh. harganyapun lebih murah dari Jakarta, untuk udang sekepal tangan saya harganya mencapai Rp 50.000



Durian Siak ini menurut saya durian paling enak di P Sumatera, Durian Montong mah lewaatt.

kalau sudah makan hidangan utama pasti ada pencuci mulutnya, ya Durian Siak boleh dicoba setelah memakan udang Galah. Durian Siak ini juga sangat spesial, bahkan saya bisa bilang Durian Siak ini durian yang paling enak dibandingkan Pekanbaru. Durian ini bisa kita jumpai di sepanjang jalan sebelum memasuki Kota Siak.



Suasana Sungai Siak dari atas Jembatas Siak, banyak aktivitas lalu lalang di Sungai ini.

Masjid Syahabuddin
Merupakan masjid Kerajaan Siak, dibangun pada masa pemerintahan Sultan Kasim I. Masjid berdenah 21, 6 X 18, 5 m. Bangunan masjid telah berkali-kali mengalami perbaikan tetapi masih mempertahankan bentuk aslinya.


Mesjid Syahabuddin yang merupakan mesjid kerajaan Siak, bentuk dan arsitekturnya cukup lama dan kuno.

Makam Sultan Kasim II
Terletak dibelakang masjid Syahabuddin, dimakamkan Sultan Kasim II (Sultan terakhir mangkat pada 23 April 1968. Jirat makam sultan berbentuk 4 undak dari tegel dan marmer berukuran panjang 305 cm. Lebar 153 cm. Dan tinggi 110 m. Nisannya dari kayu berukir motif suluran –suluran. Bentuknya bulat silinder bersudut 8 dengan diameter 26 cm dan kelopak bunga teratai.


Note : saat ini Istana Sultan Siak sudah diserahkan ke Pemerintah Daerah setempat dan beralih fungsi menjadi museum.  Musium Istana Kesultanan Siak ini adalah salah satu musium terbaik dan terawat di Indonesia. semoga banyak musium musium di daerah terutama bisa mencontoh Musium Istana Siak ini.


kaskus.co.id

Minggu, 15 September 2013

Peter Mark Roget pakar kesehatan

tutusberita :







Nama Lengkap : Peter Mark Roget
Alias : Roget
Profesi : -
Tempat Lahir : London
Tanggal Lahir : Senin, 18 Januari 1779
Zodiac : Capricorn
Hobby : Membaca
Warga Negara : Inggris

Istri : Mary Taylor Hobson 
 
 
BIOGRAFI
 
Dia adalah seorang dokter, penemu, sekaligus penulis yang terkenal melalui karya tesaurusnya. Dilahirkan di London, 18 Januari 1779, Peter Mark Roget semula terkenal sebagai dokter muda lulusan University of Edinburgh yang menangani kasus tuberkulosis dan efek nitrous oxide atau biasa disebut obat bius.
Selepas mengenyam pendidikan kedokteran, pria yang akrab disapa Roget ini mendedikasikan dirinya sebagai dokter di rumah sakit swasta dan sebagai tentor privat. Kecintaan Roget pada dunia kedokteran rupanya tak berhenti di Edinburgh saja, terbukti ketika ia lebih memilih untuk menggali ilmu kedokteran lebih dalam pada tahun 1808. Selama itu, ia juga meluangkan waktunya untuk menulis materi berbagai ensiklopedia. Sebelumnya, ia juga tercatat sebagai pendiri Royal Society of Medicine yang semula bernama Medical and Chirurgical Society of London, sebuah organisasi yang melayani bidang pendidikan kedokteran, yang mulai dibangun pada tahun 1805. Di organisasi tersebut, ayah dari dua anak ini menjabat sebagai sekretaris selama 21 tahun.
Tak berhenti hanya di dunia kedokteran, suami dari Mary Taylor Hobson ini mulai merambah ke bidang lingkungan dan sanitasi makanan. Dalam proyek tersebut, ia tak hanya menggagas, namun juga ikut terlibat dalam pembangunan sebuah fakultas kedokteran di University of Manchaster pada tahun 1824.
Semasa hidupnya, Roget terkenal sebagai orang yang pandai dan suka mencoba hal-hal baru. Lihat saja aksinya pada tahun 1814, kecintaannya pada ilmu pengetahuan nyatanya mampu mengantarkan dirinya sebagai penemu aturan slide untuk menghitung akar dan kekuatan pada angka. Ia membentuk dasar dari penghitungan mata uang yang biasa diajarkan di sekolah maupun universitas. Tak berhenti sampai di situ, ia juga berpartisipasi dalam peningkatan penemuan kaleidoskop, penemuan mesin hitung, dan papan catur. Benar jika dikatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Lantaran kegemarannya dalam membaca rupanya membuat Roget tak hanya pandai dalam bidang kedokteran. Namun, ia juga pandai dalam menemukan hal-hal baru. Mungkin benar mengenai rumus kreatifitas akan timbul jika dipengaruhi oleh banyaknya bahan bacaan yang dibaca.
Mungkin banyak karya-karya yang telah dihasilkan Roget yang masih bisa dinikmati hingga kini. Namun, siapa sangka sang ahli kedokteran yang meraih gelar guru besar pertama di bidang Fisiologi Kedokteran, Royal Institution ini jauh sebelum namanya terkenal berkat penemuan-penemuan terbarunya ternyata juga menemukan sebuah penemuan fenomenal dalam bidang bahasa yang disebut tesaurus. Tesaurus sendiri merupakan sebuah karya referensi yang berisi daftar kata-kata yang dikelompokkan menurut kesamaan makna yang kadang berisi antonim maupun sinonim. Ia menemukan tesaurus dalam genre modern pada tahun 1805 saat dirinya tengah sibuk menuliskan berbagai macam ensiklopedia untuk kemajuan dunia pendidikan. Saat itu, ia merangkumkan kata-kata yang memiliki kesamaan makna untuk kepentingan pribadi dan tidak ingin dipublikasikan yang digunakan untuk meningkatkan produktifitas menulisnya. Namun, kemudian ia berpikir untuk mempublikasikan pada tahun 1856 dimana karangan pertamanya muncul pertama kali berjudul Thesaurus of English Words and Phrases saat usianya menginjak 77 tahun.
Sebelumnya, Roget menyatakan pensiun dari dunia kedokteran pada tahun 1840 dan lebih memilih untuk menghabiskan sisa waktunya dengan menulis.
Roget meninggal pada 12 September 1869 dalam usia 90 tahun. Ia dimakamkan di Cemetery of St James's Church, West Malvern.
 
 
merdeka.com  

Jumat, 06 September 2013

Aksi Heroik,TOP 10 Bunuh diri massal saat perang (Indonesia Inside)

tutusberita : Perang memang kejam, perang bisa menghancurkan segalanya, tapi perang tidak bisa menghancurkan harga diri.
Ini adalah daftar kisah orang2 yang menolak menyerahkan harga diri dan gak mau menderita dijajah karena kalah perang. Dan indonesia juga termasuk.


10. Pilenai

Pada 25 Februari 1336 , kastil Pilenai (sekarang di zaman modern Lithuania ) dikepung oleh Ksatria Teutonik . Tentara di dalam kastil , dipimpin oleh Duke Margiris , berjuang dengan gagah berani , tetapi dengan sekitar 4.000 tentara tersisa , Duke sadar ia tidak bisa memenangkan perang . Sadar bahwa rakyatnya akan menjadi budak , ia memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan kastil, semua harta benda mereka , dan kemudian melakukan bunuh diri massal .


09. Saipan

Pertempuran Pulau Saipan paling diingat sebagai salah satu pertempuran dahsyat militer AS di pasifik saat PDII, tapi ada satu lagi tindakan yang terjadi selama pertempuran berdarah tersebut : bunuh diri massal .

Takut pasukan AS akan menyiksa dan membunuh mereka - terutama karena propaganda oleh tentara Jepang, warga Saipan bunuh diri di laut , atau melompat dari tebing dan tenggelam . Yang paling terkenal adegan bunuh diri massal itu Marpi Point, jurang curam 250 meter ( 800 kaki) di mana tentara Amerika menyaksikan seluruh keluarga melemparkan diri ke dalam gelombang laut . Pertama anak-anak lebih tua mendorong anak-anak muda melewati batas, lalu ibu akan mendorong anak-anak tertua , dan akhirnya ayah akan mendorong istri mereka , sebelum melompat di tepi itu sendiri . Diperkirakan 22.000 warga sipil tewas dengan cara ini .


08. The Fort Of Chittorgarh

Jauhar adalah tindakan bakar diri massal India kuno. Perbuatan itu dilakukan oleh perempuan dan anak-anak di dalam dinding istana ketika dikepung. Pria tidak bisa bebas tanpa hukuman, mereka melakukan tindakan yang dikenal sebagai " shaka , " mereka akan bersatu dan maju ke dalam pertempuran terakhir kalinya untuk mati terhormat .

Tindakan yang paling terkenal dari jauhar dalam sejarah India terjadi pada tahun 1303 . Chittorgarh adalah ibukota Rajput dan benteng yang dihormati . Tapi ketika Alauddin Khilji mengepung benteng , ia akhirnya berhasil menembus perlawanan . Buruannya adalah Ratu Rajput yang cantik , Rani Padmini Chittorgarh . Tapi setelah pertempuran dimenangkan , ratu memilih bunuh diri bersama dengan semua wanita Chittorgarh .Serangan tidak menjadi satu-satunya pengepungan terhadap Chittorgarh. Serangan lain terjadi pada tahun 1535 , dan sekali lagi pada tahun 1567 , dan dua kali tentara benteng dikalahkan dan perempuan dan anak-anak kembali melakukan jauhar .


07. Puputan Badung

Pada tanggal 20 September 1906, tentara Belanda menyerang Bali dan bertemu sedikit perlawanan . Ketika mereka sampai di kota Badung , mereka menemukan bahwa orang-orang di sana telah mempersiapkan nasib ke tangan mereka sendiri . Keluarga kerajaan Bali telah meramalkan kedatangan Belanda, mereka mengetahui bahwa mereka benar-benar kalah jumlah dan perlawanan mereka akan sia-sia , raja-raja , keluarga mereka , dan ratusan pengikut mereka semua mengambil kehidupan mereka sendiri .

Ritual Bali Puputan , yang secara kasar diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai " finishing, " diperlukan pria dan wanita untuk menusuk diri dan anak-anak mereka (dari bayi yang baru lahir sampai ke yang tertua ) dalam tindakan bunuh diri . Meskipun ini adalah contoh yang paling terkenal dari puputan , serangkaian puputan telah terjadi di seluruh Bali pada tahun menjelang peristiwa di Badung .


06. Wanita Teutonik

Teuton adalah suku Jermanik menguasai benua Eropa sekitar 200 tahun sebelum kelahiran Kristus . " Jermanik " adalah deskripsi yang diberikan oleh penulis Yunani dan Romawi untuk setiap suku dari Eropa Utara . Sekitar 100 SM, Teuton memutuskan untuk melakukan petualangan , bermigrasi ke selatan dan barat ,di tanah lebih yang mudah untuk pertanian. Apa yang mereka lakukan tidaklah mulus , mereka menabrak Kekaisaran Romawi yang sedang berkembang .

Pada saat Tueton tiba di perbatasan koloni Romawi , penjarahan mereka akan menjadi sia-sia. Jenderal Romawi Gaius Marius ada di sana untuk bertemu dengan mereka . Akhirnya pecah Pertempuran Aquae Sextiae , hampir 90.000 Tueton tewas dan Raja Teutobod ditawan . Sebagai syarat menyerah Teuton , Marius memerintahkan raja untuk menyerahkan 300 wanita kepada orang Romawi . Tapi perempuan yang terpilih memohon kepada Marius , mereka memohon agar bias melakukan pelayanan di kuil-kuil Ceres dan Venus . Marius menolak permohonan mereka , dan keesokan harinya ketika tentara Roma membangunkan perempuan-perempuan Teuton, mereka menemukan setiap satu dari wanita-wanita tersebut tewas.


05 The Numantines

Numantia adalah sebuah kota kecil di utara Spanyol . Kota ada di abad kedua SM dan masuk ke dalam cerita rakyat setelah perlawanan delapan bulan melawan tentara Romawi . Kota ini akhirnya jatuh di 133 SM kepada Jenderal Scipio Aemilianus .

Para Numantines adalah yang mempunyai harga diri tinggi dan , daripada menyerah, mereka melakukan bunuh diri massal . Memori Numantia dipelihara oleh Miguel de Cervantes , dramawan yang menulis El cerco de Numancia ( " Penghancuran Numantia " ) di 1580-an , sebuah pertunjukan berdasarkan kejadian di Numantia . Cerita ini bahkan digunakan selama Perang Saudara Spanyol ketika kedua pasukan Republik dan Nacionales Franco mengadopsi citra Numantia untuk memotivasi pengikut mereka dan mempromosikan ide kematian yang membanggakan .


04 Dance Of Zalongo

Perang 1803 adalah pertempuran antara Souli dan tentara Ottoman - Albania . Setelah melihat bahwa kekalahan itu tidak dapat dihindari, Souli mulai mengungsi ke Souliote - tetapi sekelompok kecil perempuan Souli dan anak-anak mereka ditembaki di gunung Zalongo . Dalam suatu aksi yang menjadi dikenal sebagai Tarian Zalongo , para wanita melemparkan anak-anak mereka dari tebing pertama dan kemudian lompat ke tebing . Legenda mengatakan bahwa mereka melompat dari tebing sambil menyanyi dan menari .

Banyak karya seni telah didasarkan pada acara tersebut . Seniman Perancis Ary Scheffer menciptakan dua lukisan , dan sebuah monumen telah berdiri di situs Gunung Zalongo sejak 1950 untuk memperingati pengorbanan tersebut . The Dance of Zalongo juga merupakan lagu rakyat yang populer dan tarian itu dipraktekkan di seluruh Yunani sampai hari ini .


03. Demmin

Pada tanggal 1 Mei 1945, sekitar 1.000 warga dari kota Demmin di Jerman melakukan bunuh diri massal . Hal ini terjadi setelah tentara Rusia mulai menguasai kota . Demmin terletak antara Peene dan sungai Tollense dan , setelah Rusia memukul Nazi ,ada perintah dari komando tinggi Nazi untuk meledakkan jembatan , agar menghentikan gerakan Rusia , tetapi pada akhirnya malah mengurung warga Demmin dalam batas kota tanpa jalan untuk melarikan diri . Mereka terdampar , tidak dapat meninggalkan kota dan terpojok oleh penjajah Rusia.

Korban invasi mengklaim bahwa setelah tentara Rusia telah menemukan sebuah gudang minuman keras , mereka menjadi marah dan mulai memperkosa dan menjarah seluruh kota . Siapa pun yang mencoba untuk menghentikan serangan ditembak dengan darah dingin . Akhirnya , Rusia membakar kota dan dua - pertiga dari kota habis terbakar . Selagi kota dibakar , sekitar 1,200-2,500 penduduk Demmin bunuh diri - beberapa catatan bahkan menunjukkan bahwa para ibu melemparkan anak-anak mereka ke perairan beku dari dua sungai sebelum akhirnya ikut melompat ke sungai.


02. Masada

Masada adalah benteng gunung yang menghadap Laut Mati . Penggalian arkeologi Masada pada tahun 1960 dianggap penggalian terbesar sejak penemuan makam Tutankhamen .

Jadi apa yang begitu istimewa tentang Masada ? Pada tahun AD 73 , komunitas Yahudi yang tinggal di sana dikelilingi oleh tentara Romawi., komandan tentara Masada Elazar Ben - Yair memerintahkan setiap orang untuk membunuh istri dan anak-anak sebelum bunuh diri dan memerintahkan eksekusi 960 warga . Masada memiliki tempat seperti dalam cerita rakyat Yahudi yang masih digunakan sebagai tempat untuk bersumpah bagi tentara baru Israel sampai saat ini .


01. 47 Ronin

Kisah 47 Ronin sudah mendarah daging dalam budaya Jepang . Tapi tidak seperti kisah-kisah Aesop atau Grimm Bersaudara , yang satu ini benar .

Selama era Tokugawa , Jepang diperintah oleh seorang pejabat militer yang dikenal sebagai shogun . Di bawah shogun ada beberapa penguasa daerah , yang disebut daimyo , masing-masing memiliki pasukan kecil samurai . Untuk menjadi seorang samurai , samurai harus menerima kode bushido atau " jalan prajurit " - termasuk , di atas segalanya , loyalitas kepada tuan-nya dan penolakan untuk takut mati .

Pada tahun 1701, Kaisar Higashiyama ( yang hanya memegang peran seremonial di bawah kekuasaan shogun ) mengirimkan beberapa utusan dari singgasananya di Kyoto ke pengadilan shogun di Edo ( yang sekarang menjadi Tokyo) . Kira Yoshinaka , salah satu pejabat shogun , mengawasi acara tersebut , memberikan dua daimyo muda ( Asano Naganori dari Ako dan Kamei Sama dari Tsumano ) tugas menjaga utusan kaisar .

Untuk alasan yang tidak diketahui , Kira tidak suka dengan Asano dan Kamei, dan mengganggu seluruh pekerjaan mereka . Kamei tidak pernah menyambut “ umpan” Kira , Tapi Asano adalah cerita yang berbeda . Ketika Kira mengejek Asano "orang udik tanpa sopan santun , " itu adalah jebakan. Asano menghunus pedangnya pada acara resmi shogun . Kira menghindar dan mencoba menyerang kepala Asano , tapi perkelahian itu cepat di lerai . Lalu Asano di dakwa karena mengayunkan pedang di dalam istana Edo , karena hukum yang ketat dan tegas di dalam istana, Asano diperintahkan untuk mengambil nyawanya sendiri (dalam tindakan samurai dikenal sebagai seppuku : bunuh diri dengan pisau pendek).

Kira tidak berhenti di situ . Ia menyita aset Asano, mengusir keluarga Asano , dan mengurangi pasukannya samurai sehingga berstatus ronin ( " tanpa tuan" ) . Terlepas dari kenyataan aturan bushido: bahwa samurai tak bertuan harus seppuku karena aib tidak bisa melindungi tuannya , 47 dari 320 prajurit menolak . Lalu mereka mengasingkan diri dan menunggu waktu yang tepat untuk membalas kematian tuannya .

Dua tahun kemudian ,47 ronin berkumpul di rumah Kira . Di tengah malam mereka menyerbu dan membunuh 40 penjaga nya tanpa ada ronin yang tewas. Mereka menemukan Kira bersembunyi di gudang batubara dan memerintahkan dia untuk bunuh diri dengan pisau yang sama yang digunakan Asano untuk seppuku. Ia menolak dan pemimpin ronin memenggal Kira.

Setelah serangan itu , ronin berbaris ke Kuil Sengakuji terdekat di mana Asano dimakamkan dan mempersembahkan kepala Kira. Sekarang , berita penyerangan telah menyebar di seluruh negeri , dan ronin diperintahkan untuk bunuh diri . Mereka melakukan seppuku massal di kuil tersebut.


kaskus.co.id

Senin, 19 Agustus 2013

(PICt EKSLUSIF DARI SUKU PAPUA) Foto Festival Lembah Baliem 2013. INDONESIA BANGET!!

tutusberita :

(Eksklusif Dari Papua) Foto Festival Lembah Baliem Dan Perang Suku Nan Sadis
Warga-warga suku pedalaman Papua berkumpul untuk mengikuti acara Festival Budaya Lembah Baliem ke-24 tahun 2013 di Distrik Wosilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 12 Agustus 2013. Suku Dani, Yali dan Lani berkumpul pada acara festival budaya tahunan ini dengan mengenakan atribut khas sukunya masing-masing menampilkan atraksi perang-perangan antar suku, musik dan tari tradisional, bakar batu dan balap babi. Festival budaya tersebut dipusatkan di Kabupaten Jayawijaya yang terletak di ketinggian Gunung Jayawijaya. Festival ini melibatkan suku-suku yang ada di Kabupaten Jayawijaya, seperti suku Dani, suku Lani, dan suku Yali. Kegiatan tahunan yang selalu diadakan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya ini dimaksudkan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya suku-suku di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya dan sekaligus menarik banyak wisatawan. Atraksi yang mereka pertunjukkan amat menegangkan karena seolah sedang berperang sungguhan.

Festival yang mulai diadakan pada tahun 1991 ini awalnya diadakan untuk menjadi ajang adu kekuatan suku Dani, Yali, dan Lani sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Festival ini juga menampilkan “peperangan” ketiga suku untuk melambangkan kesiapan ketiga suku itu dalam melindungi desa mereka. Kini, Festival Lembah Baliem melestarikan dan mempromosikan kesenian, tradisi, dan kebudayaan Papua yang telah diturunkan secara turun temurun. Tentu saja, semua kegiatan yang dilakukan hanya bersifat atraksi sehingga aman untuk dinikmati oleh pengunjung.

Berbagai kegiatan dapat disaksikan oleh para pengunjung, seperti simulasi perang yang diiringi oleh Pikon, music tradisional Papua. Festival Lembah Baliem juga akan diramaikan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya Papua, seperti tari-tarian tradisional Papua, lomba balap babi, lomba melempar tombak, pertunjukan music Papua, dan masih banyak lagi. Untuk para pengunjung, panitia juga akan mengadakan lomba memanah dan melempar tombak. Pengunjung juga dapat mengenakan koteka dan mewarnai kulit mereka agar dapat lebih merasakan kehidupan sebagai orang Papua.

Sayangnya, sejak awal pelaksanaannya hingga sekarang, Festival Lembah Baliem lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dibanding wisatawan domestik. Hal ini tentunya bisa jadi perhatian bagi para traveller lokal yang tertarik untuk mengeksplorasi kebudayaan negeri kita sendiri. Para wisatawan dapat mencapai Lembah Baliem dengan menggunakan pesawat menuju Wamena dari Jayapura.berikut foto-fotonya:










































kaskus.co.id

Minggu, 18 Agustus 2013

10 Pemain Sepakbola yang Tidak Dapat Di Pungkiri (RESPECT)

Tutusberita :


Zinedine Zidane:
Nama : Zinedine Yazid Zidane
Lahir :23 Juni 1972
Kewarganegaraan : Perancis
Karier Sepakbola : 1988–1992 Cannes
1992–1996 Bordeaux
1996–2001 Juventus
2001–2006 Real Madrid
Alasan tidak dapat membencinya : Legenda Sepakbola, skill menawan, finishing bagus tetapi tetap rendah hati, cinta keluarga


Del Piero:
Nama : Alessandro "ALE" Del Piero
Lahir : 9 November 1974
Kewarganegaraan : Italia
Karier Sepakbola : 1991-1993 Padoava
1993-2012 : Juventus
2012-sekarang : Sydney FC
Alasan tidak dapat membencinya : dribble jago, finishing bagus, rendah hati, loyalitas, tidak banyak tingkah, pekerja keras, penguasaan tempat oke




Steven Gerrard:
Nama : Steven George Gerrard
Lahir : 30 Mei 1980
Kewarganegaraan : Inggris
Karier Sepakbola : 1997-sekarang Liverpool FC Alasan tidak dapat memberncinya : LOYALITAS ! Passing akurat, jago bola mati, jiwa kepemimpinan besar, passing tepat dan terarah, Legenda hidup Liverpool FC #YNWA


Francesco Totti:
Nama : Francesco Totti
Lahir : 27 September 1976
Kewarganegaraan : Italia
Karier Sepakbola : 1993-sekarang AS Roma Alasan tidak dapat membenci : LOYALITAS ! daya tahan bagus, tembakan keras, Legenda Italia dan AS Roma, sundulan sempurna


Javier Zanetti:
Nama : Javier Adelmar Zanetti
Lahir : 10 Agustus 1973
Kewarganegaraan : Argentina
Karier Sepakbola : 1991-1992Tarelles
1992-1995 Banfield
1995-sekarang Inter Milan
Alasan tidak dapat membencinya : Loyalitas, bek tangguh, rendah hati, tidak banyak tingkah, solid membangun pertahanan, tekel dan blocking bagus


Thierry Henry:
Nama : Thierry Daniel Henry
Lahir : 17 Agustus 1977
Kewarganegaraan : Perancis
Karier Sepakbola : 1994-1999 AS Monaco
1999 Juventus
1999-2007 Arsenal
2007-2010 Barcelona
2010-sekarang New York Red Bulls
Alasan tidak dapat membencinya : Finishing sempurna, gocekan bagus, loyalitas, sundulan bagus, daya tahan mumpuni, Penguasaan tempat bagus, legenda hidup timnas Perancis dan Arsenal


Frank Lampard:
Nama :Frank James Lampard
Lahir : 20 Juni 1978
Kewarganegaraan : Inggris
Karier Sepakbola : 1995-2001 West Ham
1995-1996 Swansea City (Pinjaman)
2001-sekarang Chelsea FC
Alasan tidak dapat membencinya : Tendangan keras, jago bola mati, gelandang terbaik liga Inggris, Top skor Chelsea, Loyalitas, Legenda hidup Chelsea FC, rela berkoran (gaji rela dipotong demi kontrak baru)


Schweinsteiger:
Nama : Bastian Schweinsteiger
Lahir : 1 Agustus 1984
Kewarganegaraan : Jerman
Karier Sepakbola : 2002-sekarang Bayer Munchen
Alasan tidak dapat membencinya : Loyalitas, Gelandang bertahan terbaik, tendangan keras, daya tahan tubuh bagus, tekel sempurna.



Ronaldinho:
Nama : Ronaldo de Assis Moreira
Lahir : 21 Maret 1980
Kewarganegaraan : Brazil
Karier Sepakbola : 1998-2001 Gremio
2001-2003 Paris Saint Germain
2003-2008 Barcelona
2008-2010 AC Milan
2011-2012 Flamengo
2012-sekarang Atletico Mineiro
Alasan tidak dapat membencinya : Sepertinya semua orang tahu


David Beckham:
Nama : David Robert Joseph Beckham
Lahir : 2 Mei 1975
Kewarganegaraan : Inggris
Karier Sepakbola : 1993-2003 Manchester United
1994-1995 Preston North End (pinjaman)
2003-2007 Real Madrid
2007-2012 LA Galaxy
2009-2010 AC Milan (pinjaman)
2013 Paris Saint Germain
Alasan tidak dapat membencinya : jago bola mati, tendangan keras, akurasi bagus, passing akurat, tidak banyak tingkah, dermawan (seluruh gajinya di PSG didonasikan) Legenda hidup timnas Inggris.



kaskus.co.id